Cinta dunia adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Perhatikan sabda
Rasulullah saw berikut ini: “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah
memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan
kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi,
aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia
dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba
sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana
mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan
Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)
Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini: “Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang
melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu.” (Q.S. Al-Hadiid [57]:20) Cinta dunia adalah segala sesuatu
yang membuat kita lalai kepada Allah, misalnya, shalat, saum atau
sedekah, dan kalaupun kita tetap melakukannya tapi tetap dikatakan
sebagai urusan dunia, jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati
lalai terhadap Allah.
“Hampir tiba dimana umat-umat saling
memanggil untuk melawan kalian sebagaimana orang-orang saling memanggil
untuk menyantap hidangannya”. Salah seorang bertanya: “apakah karena sedikitnya kami ketika itu? Rasul menjawab, “bahkan
kalian pada hari itu banyak akan tetapi kalian laksana buih dilautan
dan sungguh Allah mencabut ketakutan dan kegentaran terhadap kalian dari
dada musuh kalian dan Allah tanamkan di hati kalian al-wahn”. Salah seorang bertanya: apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “cinta dunia dan membenci kematian” (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh apa
yang dicintainya. Jika orang sudah cinta dunia, maka akan datang
berbagai penyakit hati. Ada yang menjadi sombong, dengki, serakah dan
cenderung melelahkan diri sendiri memikirkan yang tidak ada. Makin cinta
pada dunia, akan makin serakah. Bahkan, bisa berbuat keji untuk
mendapatkan dunia yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia,
pontang-panting siang malam mengejar dunia untuk kepentingan dirinya.
Allah SWT berfirman: “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia
dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan
mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan
dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali
neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di
dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Hud[11]: 15-16).
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya dunia itu dilaknat, berikut segenap isinya juga dilaknat, kecuali jika disertai untuk tujuan kepada Allah SWT. (Al Hadits)
Segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini tidak ada artinya. harta,
gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas tidak akan ada artinya jika tidak digunakan di jalan Allah.
Hal yang berarti dalam hidup ini hanyalah amal-amal kita. Oleh sebab
itu, jangan pernah kecukupan atau kekurangan “dunia” ini meracuni hati
kita. Jika kita berkecukupan, jangan sampai kecukupan kita menjadikan
kita sombong, dan jika kita kekurangan, maka jangan sampai kekurangan
kita itu, membuat kita jadi kurang mensyukuri nikmat Allah, banyak
mengeluh dan minder.
Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan orang yang cinta pada dunia
ibarat orang yang berjalan di atas air. Dapatkah orang berjalan di atas
air, kakinya tidak basah?” (Al-Hadits). “Dunia adalah manisan
hijau. Dan Allah mengangkat kamu sebagai khalifah di atasnya, dan Dia
menyaksikan bagaimana cara kamu bekerja.” (Al-Hadits).
Obat dari penyakit cinta dunia ini tidak lain adalah kezuhudan kita
kepada dunia, yang mana Rasulullah saw telah mengajarkan kita ummatnya
untuk berlaku zuhud. Rasulullah saw bersabda: “zuhudlah di dunia
maka ALLAH akan mencintai kalian, dan zuhudlah atas apa-apa yang ada di
sebagian manusia, maka kamu akan dicintai oleh mereka ” (HR.ibnu majah dalam kitab zuhud ).
Perhatikan hadits berikut ini: “Andai saja kamu mengetahui, apa
yang engkau akan lihat saat kematianmu, tentulah engkau tidak akan
memakan segigitpun hidangan idamanmu, dan pula engkau tidak akan meminum
lagi minuman lezat untuk memuaskan rasa dahaga mu yang tak terpuaskan” (Imam Ahmad dari Abu Dharda as)
Jabir bin Abdillah ra bekata, “Rasulullah SAW pernah memasuki
sebuah pasar yang di kiri-kanannya dipadati manusia. Ketika itu beliau
melewati seekor kambing kuper (telinganya kecil) yang telah menjadi
bangkai. Lantas Beliau menenteng telinga kambing itu seraya berseru,
“Siapakah yang mau membeli kambing ini dengan harga satu dirham?” Pengunjung pasar menjawab, “Sedikitpun kami tidak menginginkannya“. Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian mau jika anak kambing ini kuberikan cuma-cuma kepada kalian?” Mereka menjawab, “Demi
Allah, kalaupun anak kambing itu hidup, kami tidak akan menerimanya
karena cacat, maka bagaimana kami mau menerimanya setelah menjadi
bangkai?” Mendengar hal ini Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing kuper ini dalam pandangan kalian” (HR. Muslim)
Cinta dunia adalah sumber segala kesalahan karena cinta dunia, sering
mengakibatkan seseorang cinta terhadap harta benda dan didalam harta
benda terdapat banyak penyakit. Antara lain sifat bangga dan angkuh,
pamer terhadap yang dimiliki. Dan orang yang cinta dunia akan sibuk
mengurus hartanya dan terus berusaha untuk menambahnya, hingga
membuatnya lalai dari dzikir kepada Allah SWT. Ketahuilah
barangsiapa dilalaikan oleh harta bendanya, dia akan merugi, terlebih
bila lalai dari dzikrullah, ia akan hanya seperti mayat, karena bila
hati sepi dari dzikir ia akan dihuni dan disetir olehsetan sesuai
kehendaknya.
Jika seorang manusia telah dikuasai (hatinya) oleh iblis, maka akan
menjadi lemah, iblis akan membolak-balikan hatinya bagaikan seorang anak
kecil mempermainkan bola. Karena orang yang mabuk karena cinta dunia
tidak akan sadar kecuali setelah berada di dalam kubur. Yahya bin Mu’adz
berkata, “Dunia itu araknya setan, barangsiapa mabuk karenanya, ia
tidak akan segera sadar, kecuali setelah berada di tengah kumpulan orang
mati dalam keadaan menyesal di antara orang-orang yang merugi”.
”Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak
akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya
tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya
untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana
dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi).
Dunia dengan segala pesonanya memang sangat menggoda dan mempesona,
dan kadang kesuksesan seseorang memang diukur dari status sosialnya di
masyarakat, namun hal tersebut jangan sampai membuat kita
terjebak dan terperangkap cinta dunia. Ingatlah kita hanya hidup
sementara di dunia ini, semua harta dunia yang kita banggakan, tidak
akan kita bawa mati, hanya amal ibadah, dan amal kebaikanlah yang akan
menemani kita hingga sampai hari kita dibangkitkan nanti. Jadikanlah
dunia hanya sebagai ladang akhirat kita, tempat kita mempersiapkan
bekal untuk akhirat nanti. Ingatlah selalu, bahwa kelak kita akan
dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah kita lakukan selama kita
hidup didunia ini.

0 comments:
Post a Comment
Selalu indah dengan kata-kata yang indah pula